Tips & Trik Terkini
10 Alat Wajib untuk Pemula yang Ingin Memulai Baking
Peralatan baking selalu dilihat terlalu banyak, rumit, dan mahal bagi orang orang yang belum terlalu mendalami dunia baking. Padahal, untuk pemula atau bakers yang baru belajar cukup menyiapkan 10 alat penting yang sudah dapat membantu segala proses baking untuk bermacam roti. Dasarnya, baking membutuhkan sebuah ketelitian, kesabaran, dan yang paling penting adalah alat-alat yang mendukung agar kue, roti, dan pastry kalian bisa maksimal. Nah, berikut ini sepuluh alat wajib yang sebaiknya kamu miliki sebagai pemula sebelum mulai berkreasi di dapur!1. KuasKuas adalah salah satu alat sederhana namun sangat berguna dalam proses baking. Alat ini biasa digunakan untuk mengoles kuning telur di permukaan roti agar hasilnya tampak mengilap dan cantik setelah dipanggang. Selain itu, kuas juga berfungsi untuk mengoles loyang dengan mentega, margarin, atau minyak agar adonan tidak lengket saat matang. Saat memilih kuas, sebaiknya gunakan yang berbahan silikon karena lebih awet, mudah dibersihkan, dan tidak mudah rontok seperti kuas berbulu biasa. Dengan alat kecil ini, tampilan hasil baking-mu bisa jauh lebih menarik dan profesional.2. TimbanganDalam dunia baking, akurasi adalah kunci utama. Sedikit saja perbedaan takaran bisa membuat hasil kue menjadi bantat, terlalu kering, atau bahkan gagal total. Oleh karena itu, timbangan merupakan alat wajib yang harus ada di dapurmu. Gunakan timbangan digital agar hasil takaran lebih presisi dan mudah dibaca. Kamu bisa menimbang bahan-bahan seperti tepung, gula, dan mentega dengan tepat sesuai resep. Jangan mengandalkan takaran sendok atau gelas karena setiap jenis bahan memiliki berat yang berbeda. Dengan adanya timbangan, kamu akan belajar menghargai proses dan memahami bahwa baking adalah ilmu yang penuh ketelitian.3. SpatulaSpatula bakal jadi alat serbaguna yang akan sering kamu gunakan saat membuat adonan. Fungsinya sangat banyak, mulai dari mengaduk, melakukan teknik folding (melipat adonan agar tidak kempis), hingga membersihkan sisa adonan yang masih menempel di bowl. Spatula yang baik biasanya terbuat dari silikon yang lentur namun kuat, sehingga bisa digunakan untuk berbagai jenis adonan, baik yang kental maupun lembut. Alat ini juga membantu kamu bekerja lebih rapi karena bisa mengambil adonan sampai bersih tanpa sisa. Jadi, jangan remehkan spatula—alat ini adalah sahabat setia setiap baker!4. LoyangLoyang berfungsi sebagai wadah tempat memanggang adonan di dalam oven. Jenis dan ukuran loyang sangat beragam, mulai dari persegi, bundar, hingga bentuk khusus seperti tulban atau muffin cup. Untuk pemula, sebaiknya pilih loyang sesuai jenis kue yang paling sering kamu buat, misalnya loyang persegi untuk brownies atau loyang bulat untuk bolu. Pastikan juga loyangmu memiliki kualitas yang baik dan tahan panas agar kue matang merata. Dengan loyang yang tepat, hasil kue tidak hanya matang sempurna tapi juga terlihat rapi dan profesional.5. Balloon WhiskBalloon whisk adalah alat penting untuk mencampur bahan-bahan agar adonan lebih halus dan merata. Alat ini cocok digunakan untuk mengocok telur, mengaduk adonan ringan, atau mencampur bahan kering dan basah sebelum menggunakan mixer. Bentuknya yang seperti balon memudahkan udara masuk ke dalam adonan sehingga hasilnya lebih lembut dan mengembang. Walaupun sederhana, whisk sangat membantu terutama saat kamu belum memiliki mixer. Untuk hasil yang maksimal, pilih whisk berbahan stainless steel agar tahan lama dan mudah dibersihkan.6. Ayakan / SifterAyakan atau sifter berfungsi untuk menyaring bahan kering seperti tepung, cokelat bubuk, atau baking powder agar tidak menggumpal. Dengan menggunakan ayakan, hasil adonan akan lebih halus dan ringan sehingga kue bisa mengembang sempurna saat dipanggang. Selain itu, proses mengayak juga membantu mencampur bahan-bahan kering secara merata sebelum diolah lebih lanjut. Ayakan mungkin terlihat sepele, tetapi ini adalah salah satu rahasia agar tekstur kue menjadi lembut dan tidak berat di mulut.7. Mixing BowlMixing bowl atau mangkuk besar digunakan untuk mencampur berbagai bahan dalam proses pembuatan adonan. Biasanya tersedia dalam berbagai ukuran dan bahan, mulai dari stainless steel, kaca, hingga plastik tebal. Sebaiknya kamu memiliki beberapa ukuran sekaligus agar lebih praktis saat mengolah bahan berbeda. Mixing bowl yang kuat dan stabil akan memudahkan kamu dalam proses mengaduk, mengocok, dan mencampur bahan tanpa khawatir tumpah. Ini adalah alat dasar yang tidak bisa dilewatkan oleh siapa pun yang ingin belajar baking dengan nyaman.8. MixerJika kamu sudah mulai serius dalam dunia baking, memiliki mixer adalah investasi penting. Mixer membantu mempercepat proses mengocok dan mencampur adonan, terutama untuk adonan yang membutuhkan kekuatan dan waktu lama, seperti buttercream atau adonan roti. Untuk pemula, cukup gunakan hand mixer berukuran kecil dulu sebelum beralih ke stand mixer. Dengan mixer, adonanmu akan tercampur lebih rata, mengembang sempurna, dan menghemat tenaga serta waktu. Percayalah, alat ini akan menjadi penyelamat utama saat kamu mulai sering bereksperimen dengan resep yang lebih rumit.9. Rolling PinRolling pin atau alat penggilas adonan sangat berguna saat kamu membuat roti, pastry, atau kue kering. Dengan alat ini, kamu bisa mengatur ketebalan adonan sesuai kebutuhan agar hasil akhirnya rapi dan merata. Ada banyak jenis rolling pin—mulai dari kayu, marmer, hingga silikon—dan masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Untuk pemula, rolling pin kayu sudah cukup praktis digunakan. Alat ini juga membantu kamu menjaga bentuk adonan tetap konsisten sebelum dipotong atau dicetak sesuai bentuk yang diinginkan.10. Baking PaperBaking paper atau kertas roti adalah alat pelindung yang wajib ada saat memanggang. Kertas ini berfungsi agar adonan tidak menempel di loyang dan membuat proses pemanggangan serta pembersihan jadi jauh lebih mudah. Selain itu, baking paper juga membantu kue matang dengan lebih merata tanpa gosong di bagian bawah. Kamu bisa memotongnya sesuai ukuran loyang atau menggunakan varian non-stick parchment paper agar hasil lebih maksimal. Dengan baking paper, kamu tidak perlu lagi khawatir kue akan rusak saat diangkat dari loyang.Dengan sepuluh alat dasar di atas, kamu bisa mulai dari alat yang paling sering digunakan dan menambah perlahan sesuai kebutuhan. Ingat, baking bukan hanya soal hasil akhir, tapi juga tentang proses yang menyenangkan dan penuh kreativitas. Jadi, siapkan alatmu, nyalakan oven, dan mulai buat keajaiban manis dari dapurmu sendiri!
Lihat Detail
Masih Bingung Bedain Telur Omega 3 dengan Telur Biasa? Ini 3 Perbedaan Yang Harus Kamu Tau
Salah satu bahan pangan yang selalu tersedia di dapur dan menjadi bahan utama dalam pengolahan berbagai macam bentuk makanan, pemilihan telur perlu diperhatikan sesuai dengan kebutuhan dantujuan pengolahannya. Telur adalah makanan yang disukai oleh banyak orang baikolahan langsung maupun diolah dengan bahan makanan lainnya. Kandungan protein yang ada di dalam telur sangat berguna untuk menjaga kesehatan tubuh,baik digoreng, direbus, hingga dijadikan bahan tambahan untuk pembuatan kue,mie, dan makanan lainnya. Luasnya persebaran pasar telur memudahkan masyarakatdalam mengonsumsi telur di jangka waktu yang berkepanjangan. Apa Itu Telur Omega-3?Jika dilihat dari macamnya, telur ayam memiliki berbagai jenis. Dimulai dari yang paling dikenal di masyarakat yaitu telur ayam negeri, telur ayam kampung, telurayam organik, hingga telur omega 3. Beberapa orang belum banyak tau mengenaitelur omega 3 yang harganya jauh lebih tinggi dari telur pada umumnya. Namun,telur omega 3 mengandung khasiat dan manfaat kesehatan yang lebih baik untuktubuh. Kenapa bisa disebut telur omega 3?Telur Omega 3 adalah salah satu jenis telur yang di dalamnya mengandung asam lemak omega 3 dan kandungan alfa-linolenat (ALA), dokosheksanoat (DHA), dan eicosapentaenoat (EPA) yang berfungsi untuk merawat kesehatan danmenjaga kekebalan tubuh terhadap infeksi serta iritasi.Apa Saja Yang Membedakan?Warna dan Tekstur Kuning Telur Kuningtelur pada omega memiliki ukuran yang lebihbesar dibandingkan telur biasa.Warna dari kuning telurnya juga biasanya lebih pekat dan mendekati oranye, hal ini dikarenakan nutrisi yang terkandung lebih kaya, yaitu asam lemak omega-3.Kepekatan warna kuning ini yang seringkali menjadi indikator pengukuran kualitas daritelur yang baik. Selain itu, tekstur dari kuning telur omega-3 tidak mudah hancur saat dipisahkan dengan bagian putihnya. Warna dari kuning telur yang lebih cerah dan cenderung berwarna oranye mempengaruhi warna kue saat pengolahannya. Jika akan membuat kue bolu dan cupcake, telur omega-3 dapat menghasilkan warna yang lebih kaya. Kandungan Nutrisi Yang Lebih Kaya Telur omega3 memiliki kandungan asam lemak omega-3 (ALA, EPA, DHA) yang jauh lebih tinggi dibandingkan telur biasa. Kandungan ini baik untuk kesehatan jantung, otak, dan penglihatan, serta membantu menurunkan kadar kolesterol jahat(LDL). Selain itu, yang membedakan dari segi nutrisinya adalah kandungan kolesterol pada telur ini50% lebih sedikit dibandingkan telur ayam biasa. Jika dihitung dalam setiap 100gram, telur omega mengandung sekitar 150 mg kolesterol. Sementara pada takarangram yang sama pada telur biasa mengandung 250-300 mg kolesterol. Manfaat Kesehatan Untuk Anak danLansiaBerbagaikandungan yang ada di omega-3 seperti ALA dan DHA yang lebih banyakdibandingkan telur biasa berfungsi untuk merawat kesehatan dan sangatmemberikan manfaat baik bagi perkembanganotak bayi. Omega -3 yangterkandung juga dapat mencegah demensia, mengurangi depresi, hingga menjauhkantubuh dari kemungkinan kanker.
Lihat Detail
TRIK AGAR KUE MENGEMBANG SEMPURNA
Membuat kue yang mengembang sempurna adalah impian setiap pembuat kue, baik pemula maupun profesional. Namun, sering kali kue tidak mengembang sesuai harapan karena berbagai faktor. Berikut beberapa trik yang bisa Anda terapkan agar kue Anda mengembang sempurna dan memiliki tekstur yang lembut serta ringan.1. Gunakan Bahan pada Suhu Ruang Bahan seperti telur, mentega, dan susu sebaiknya digunakan dalam suhu ruang. Bahan yang terlalu dingin dapat menghambat proses emulsifikasi dan menyebabkan kue kurang mengembang.2. Gunakan Tepung yang Tepat Tepung dengan kadar protein rendah, seperti tepung terigu protein rendah atau sedang, lebih cocok untuk kue yang lembut dan mengembang. Tepung protein tinggi cenderung menghasilkan tekstur yang lebih padat.3. Perhatikan Penggunaan Baking Powder dan Baking Soda Baking powder dan baking soda adalah bahan pengembang yang membantu adonan mengembang. Pastikan penggunaannya sesuai takaran agar tidak menyebabkan rasa pahit atau mengurangi efektivitas pengembangan.4. Aduk Adonan dengan Teknik yang Benar Mengaduk adonan terlalu lama dapat mengaktifkan gluten dalam tepung, yang membuat kue menjadi keras dan tidak mengembang dengan baik. Gunakan teknik folding (melipat) untuk menggabungkan bahan tanpa mengeluarkan terlalu banyak udara dari adonan.5. Kocok Telur dan Gula dengan Baik Dalam beberapa resep, telur dan gula harus dikocok hingga mengembang dan berwarna pucat. Proses ini membantu menangkap udara dalam adonan, yang kemudian membantu kue mengembang dengan baik saat dipanggang.6. Pastikan Oven Sudah Panas Oven harus sudah dipanaskan sebelumnya (preheat) agar suhu stabil saat kue dimasukkan. Suhu yang tidak stabil bisa menyebabkan kue bantat atau tidak mengembang sempurna.7. Jangan Sering Membuka Pintu Oven Sering membuka pintu oven saat memanggang dapat menyebabkan perubahan suhu yang drastis, sehingga menghambat proses pengembangan kue. Tunggu hingga kue hampir matang sebelum membuka oven.8. Gunakan Loyang yang Sesuai Pemilihan loyang juga berpengaruh terhadap hasil akhir kue. Gunakan loyang yang sesuai dengan resep dan jangan mengisi adonan terlalu penuh agar kue memiliki ruang untuk mengembang. Dengan menerapkan trik di atas, Anda bisa mendapatkan kue yang mengembang sempurna dan memiliki tekstur yang lembut. Selamat mencoba dan semoga sukses dalam baking Anda! Ikuti terus tips menarik terkait dapur dan baking dari kami hanya di https://www.sriboga-flourmill.com/baking/tips-trick
Lihat Detail
PERBEDAAN 12 JENIS TEPUNG DAN KARAKTERISTIKNYA
Tepung merupakan bahan dasar dalam berbagai olahan makanan, baik untuk pembuatan kue, roti, maupun masakan tradisional. Beragam jenis tepung tersedia di pasaran, masing-masing memiliki karakteristik unik berdasarkan bahan baku, cara pembuatan, kandungan nutrisi, serta fungsinya dalam pengolahan makanan. Berikut adalah perbedaan antara 12 jenis tepung yang umum digunakan.1. Tepung Terigu Tepung terigu adalah jenis tepung yang paling banyak digunakan dan berasal dari gandum yang digiling hingga halus. Kandungan utamanya adalah protein gluten, yang memberikan tekstur kenyal dan elastis pada roti dan kue. Tepung terigu diklasifikasikan berdasarkan kadar protein: tepung terigu protein tinggi (untuk roti), protein sedang (untuk kue dan martabak), serta protein rendah (untuk biskuit dan cake). Contoh penggunaannya adalah dalam pembuatan mie, kue bolu, dan pastry.2. Tepung Tapioka Tepung tapioka berasal dari ekstraksi pati singkong yang kemudian dikeringkan dan digiling hingga menjadi bubuk halus. Tepung ini memiliki karakteristik sangat lembut, tidak berbau, serta mampu memberikan tekstur kenyal pada makanan. Kandungan utamanya adalah karbohidrat, tanpa gluten atau protein tinggi. Tepung tapioka sering digunakan dalam pembuatan pempek, cilok, boba, dan sebagai pengental saus.3. Tepung Beras Tepung beras dibuat dari beras yang direndam, dikeringkan, lalu digiling hingga halus. Tepung ini memiliki tekstur lebih kasar dibandingkan tepung terigu dan tidak mengandung gluten, sehingga cocok untuk makanan gluten-free. Tepung beras sering digunakan untuk membuat kue tradisional seperti serabi, lapis, dan rempeyek.4. Tepung Ketan Tepung ketan dihasilkan dari beras ketan yang diolah dengan cara serupa tepung beras. Bedanya, tepung ketan memiliki kandungan amilopektin tinggi yang membuatnya lebih lengket dan elastis. Tepung ini digunakan dalam pembuatan onde-onde, mochi, serta kue bugis.5. Tepung Jagung Tepung jagung dibuat dari endosperma jagung yang dikeringkan lalu digiling. Tepung ini mengandung karbohidrat tinggi tetapi rendah gluten, sehingga sering digunakan sebagai pengental sup atau saus. Selain itu, tepung jagung juga digunakan dalam pembuatan tortilla dan puding.6. Tepung Kelapa Tepung kelapa dihasilkan dari ampas kelapa yang dikeringkan dan digiling hingga halus. Tepung ini kaya akan serat, rendah karbohidrat, dan bebas gluten, menjadikannya pilihan populer untuk diet keto dan paleo. Biasanya digunakan dalam pembuatan kue, pancake, dan sebagai campuran dalam roti bebas gluten.7. Tepung Sagu Tepung sagu diperoleh dari ekstraksi pati batang pohon sagu. Karakteristiknya mirip dengan tepung tapioka, yaitu tidak berbau dan menghasilkan tekstur kenyal pada makanan. Tepung sagu banyak digunakan dalam pembuatan papeda, bubur sagu, serta kue tradisional seperti kue sagu keju.8. Tepung Sorgum Tepung sorgum berasal dari biji sorgum yang dikeringkan lalu digiling. Kandungan nutrisi tepung ini cukup tinggi, dengan protein, serat, serta bebas gluten. Tepung sorgum sering digunakan sebagai alternatif tepung terigu dalam diet gluten-free dan dapat diolah menjadi roti serta pancake sehat.9. Tepung Almond Tepung almond dibuat dari kacang almond yang dikupas, dikeringkan, lalu digiling hingga menjadi bubuk halus. Tepung ini kaya akan protein, lemak sehat, dan rendah karbohidrat, menjadikannya pilihan ideal untuk diet rendah gula. Tepung almond sering digunakan dalam pembuatan macaron, brownies, dan kue rendah karbohidrat.10. Tepung Roti Tepung roti dibuat dari remah roti yang dikeringkan lalu dihaluskan. Fungsi utamanya adalah sebagai pelapis gorengan agar lebih renyah, seperti dalam tempura atau nugget. Karena tidak memiliki kandungan pati yang larut seperti tepung lainnya, tepung roti lebih sering digunakan untuk memberikan tekstur renyah pada makanan.11. Tepung Kentang Tepung kentang berasal dari kentang yang dikeringkan dan dihaluskan menjadi bubuk. Kandungan utamanya adalah pati, sehingga sering digunakan sebagai pengental dalam masakan. Selain itu, tepung kentang juga digunakan dalam pembuatan kue dan mie gluten-free.12. Tepung Hunkwe Tepung hunkwe dibuat dari pati kacang hijau yang dikeringkan dan digiling. Tepung ini memiliki warna putih dan sering digunakan dalam pembuatan kue tradisional seperti cendol dan kue lapis. Karena teksturnya yang halus dan lembut, tepung hunkwe sering digunakan dalam pembuatan puding dan jajanan pasar. Setiap jenis tepung memiliki keunikan tersendiri dalam hal kandungan nutrisi, tekstur, dan kegunaan. Pemilihan tepung yang tepat sangat bergantung pada kebutuhan resep dan hasil akhir yang diinginkan. Dengan memahami karakteristik tiap tepung, kita dapat menciptakan berbagai olahan makanan dengan hasil yang maksimal. Ikuti terus tips menarik terkait dapur dan baking dari kami hanya di https://www.sriboga-flourmill.com/baking/tips-trick
Lihat Detail
Tips Memilih Bahan Dasar Pembuat Kue Yang Tepat
Mungkin beberapa dari anda ingin sekali berkreasi membuat beragam jenis kue dengan bahan-bahan di rumah. Akan tetapi, terkadang masih banyak diantara anda yang mengalami kegagalan saat melakukan aktivitas tersebut. padahal membuat kue di rumah tak selamanya sulit, kunci dari membuat kue adalah bahan-bahan yang tepat dan takaran yang pas.Selama ini bisa saja anda asal-asalan dalam memilih bahan dasar kue atau membuat adonan dengan takaran yang tidak sesuai resep. Mengingat pentingnya pemilihan bahan dasar pembuat kue, berikut ini ada beberapa tips yang bisa anda ikuti, antara lain.Memilih terigu yang sesuai dengan jenis kue yang dibuatSeperti yang kita tahu jika tepung terigu merupakan bahan utama yang wajib ada. Mungkin selama ini kita tak pernah tahu, jika tepung terigu terbagi menjadi tiga tingkatan berdasarkan kadar protein yang terkandung. Untuk membedakannya, anda tak perlu bingung karena pada setiap kemasan terigu tercantum kadar proteinnya masing-masing. Agar lebih jelas lagi simak pembahasannya berikut ini:– Tepung terigu protein tinggiJenis tepung ini sangat cocok untuk membuat adonan dengan tingkat kekenyalan dan elastisitas yang tinggi. Hasil adonan kue yang menggunakan tepung terigu berprotein tinggi akan mengembang, lembut, elastis dan kenyal. Akan tetapi, umumnya kue-kue tersebut tidak tahan lama atau cepat basi.– Tepung terigu protein sedangJenis tepung ini sangat baik digunakan untuk membuat kue dengan tektus lembut namun cukup mengembang. Tepung terigu berprotein sedang bisa dikatakan tepung yang paling aman dibanding jenis tepung terigu yang lain. Ada banyak olahan makanan yang menggunakan tepung terigu ini sebagai bahan dasarnya.– Tepung terigu protein rendahTepung terigu jenis ini umumnya digunakan untuk membuat adonan yang tak membutuhkan tektus kenyal dan elastis. Tepung ini digunakan pada kue-kue dengan tekstur yang renyah. Karena kandungan protein yang rendah, kue-kue yang berbahan dasar jenis tepung ini cenderung lebih tahan lama. Bahkan mereka tidak akan berjamur meskipun sudah 6 bulan. Tepung terigu protein rendah umumnya digunakan pada kue-kue kering lebaran.Memilih gula yang tepat untuk berbagai jenis kueGula menjadi bahan yang penting dalam membuat kue, fungsi gula sendiri adalah sebagai pemanis dan juga pengawet alami makanan agar lebih tahan lama. Ada banyak jenis gula yang digunakan untuk membuat adonan kue, untuk pemilihan jenisnya sendiri tergantung pada jenis kue apa yang akan anda buat. Untuk lebih jelasnya berikut ini:– Gula pasir merupakan gula putih yang umumnya digunakan untuk masakan atau minuman sehari-hari.– Gula castor merupakan gula putih dengan tekstur yang lebih halus. Jenis gula ini yang lebih sering dipakai untuk membuat kue, karena lebih cepat larut dalam adonan. Selain itu, kue yang dibuat dengan gula ini cenderung terasa renyah dan warnanya bagus.– Gula jawa atau dikenal palm sugar. Jenis gula ini merupakan gula berwarna kecoklatan, warna tersebut dihasilkan oleh bahan dasarnya yang sejenis palem. Umumnya gula jawa digunakan untuk membuat muffin atau brownies. Gula jawa akan membuat tektur kue menjadi kenyal.Memilih telur yang baikUntuk mengetahui apakah telur yang kita gunakan berkualitas baik atau tidak adalah dilihat dari kekentalan putih telur saat dibuka. Jika ingin membuat kue, sebaiknya anda memilih telur dengan suhu ruang. Telur dengan suhu terlalu dingin justru akan merusak kue.
Lihat Detail
Membuat Daging Lebih Kaya Rasa Dengan Marinasi
Daging merupakan salah satu sumber protein yang sering dikonsumsi oleh sebagian orang. Banyak jenis daging yang dapat diolah dirumah. Mulai dari daging ayam, daging sapi, daging kambing, dan lain sebagainya. Selain karena rasanya yang lezat ketika dimasak, daging juga dapat dijadikan berbagai variasi makanan.Tetapi seringkali bumbu tidak dapat meresap kedalam daging, yang mengakibatkan daging menjadi hambar. Belum lagi cara memasak yang salah akan membuat daging menjadi alot dan susah untuk dimakan. Padahal bumbu yang meresap ke dalam daging akan membuat daging menjadi sangat lezat dan juga lebih cepat empuk.Untuk membuat bumbu meresap ke dalam daging, ada beberapa teknik yang dapat digunakan. Salah satunya adalah teknik marinasi. Marinasi merupakan proses perendaman daging ke dalam bahan perendam selama waktu tertentu. Bahan perendam yang digunakan dapat berupa saus, minyak, atau bahan rempah lainnya. Fungsi marinasi agar bumbu menyerap kedalam daging, sehingga daging menjadi lebih kayarasa. Selain itu proses marinasi juga akan meningkatkan proses keempukan daging. Hasilnya daging akan menjadi lebih cepat empuk ketika dimasak.Cara marinasi daging yang tepat Proses pemilihan bahan marinasi adalah kunci penting dari proses perendaman. Karena bahan marinasi yang tepat akan membuat daging terasa benar-benar lezat dan cepat empuk. Selain itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan memarinasi daging, antara lain:1. Jangan gunakan bahan marinasi yang mengandung gula, madu, ataupun bahan manis lainnya. Hal ini akan membuat sisi luar daging menjadi gosong tetapi bagian dalam daging belum matang dengan baik. Ini akan membuat daging tidak bisa dimakan.2. Jika ingin menggunakan bahan yang manis, gunakan sebagai olesan ketika daging akan matang. Daging yang dipanggang atau dibakar dapat diberikan olesan bumbu manis lima menit sebelum daging matang. Tambahan olesan ini akan menambahkan rasa dan juga warna yang cantik kepada daging.3. Gunakan wadah kaca atau stainless ketika memarinasi daging agar tidak ada perubahan rasa dan aroma pada daging. Jika menggunakan wadah dari alumunium dan campuran marinasi menggunakan asam, maka alumunium akan bereaksi terhadap asam. Akibatnya daging akan berbau logam dan tidak enak.4. Sisihkan sebagian bumbu marinasi untuk digunakan sebagai bahan olesan ataupun saus yang disiram ketika daging matang. Bumbu olesan dan saus yang memiliki racikan bumbu yang sama dengan marinasi, akan memperkuat rasa dan aroma daging yang dimasak.5. Daging yang dimarinasi harus sering dibalik untuk membuat bumbu marinasi meresap secara merata. Karena bumbu yang tidak merata akan menghasilkan tingkat kematangan yang juga tidak merata ketika proses memasak.6. Perhatikan waktu memarinasi daging. Waktu yang terlalu cepat akan membuat bumbu marinasi tidak meresap. Waktu yang terlalu lama akan membuat daging menjadi lembek dan berair. Waktu marinasi terbaik adalah:7. Ikan : 15-30 menit8. Ayam : 1-3 jam9. Daging potongan kecil : 6-12 jam10. Daging potongan besar : 12-24 jamDaging yang sudah empuk sebelum dimarinasi, hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk membuat bumbu meresap. Marinasi sekitar 10-15 menit sudah cukup untuk membuat bumbu meresap ke dalam daging.Proses marinasi akan membuat daging menjadi lebih kaya rasa dan juga cepat empuk. Agar rasanya lebih enak, selalu gunakan bahan-bahan segar yang berkualitas untuk memasak. Semoga artikel ini membuat Anda menjadi semangat untuk memasak. Selamat mencoba…
Lihat Detail